PotumNesia
Fitur
Database
Menu
Fitur
Dye Weapon & ShieldFillstatLevelingKalender EventWallpaper Toram OnlineList Warna Dye
Database
Map
Desa Misterius by Nasgorest
Mhamang Nasgor ‧ 10 Desember 2020 (16:45 WIB) ‧ 179



Kisah ini terjadi pada bulan Oktober 2020 lalu. Saat itu aku sedang menjalankan Main Quest di Gunung Prenagen.....em, salah, maksudku Gunung Lunagent...bengek hyung. T^T

Setelah menyelesaikan quest membunuh sejumlah Potum Ghost dan Phobos, tiba-tiba layar hpku ngeglitch selama beberapa detik, lalu muncul loading screen. Awalnya ku hiraukan saja keanehan tadi karna ku pikir hpku menginginkan sebuah adek baru.

Namun, keanehan berlanjut saat loading screen selesai. Aku terteleport ke sebuah map yang sangat asing bagiku. Bahkan aku yang sudah 3 tahun bermain dan berpetualang di Toram Online baru pertama kali ini melihat map ini. Map sebuah desa yang lumayan luas, tanpa ada satupun monster dan npc yang terlihat.

Ku lihat di chat, sistem mengatakan aku berada pada map dengan nama "???" atau bisa dibilang map yang tidak diketahui, sama seperti nama map untuk melawan P. Avatar. Ku pikir ini merupakan sebuah map untuk update mendatang dan aku, entah bisa dibilang beruntung atau tidak, terkena bug yang membuatku masuk ke map ini.

Jiwa petualangku mulai bangkit, ku putuskan untuk menelusuri setiap sudut map ini, berharap menemukan sesuatu yang menarik. Benar saja, di salah satu sudut map, aku melihat sebuah gubuk.

"Seingatku botak tak pernah membuat bangunan gubuk seperti ini di dalam Toram Online", batinku.

Saat ku dekati, terdapat portal menuju ke dalam gubuk tersebut. Karena penasaran, aku pun memasuki portal tersebut.

"Hajiguri, dari luar gubuk, dari dalem istana cuk."

Aku kaget melihat bagian dalam gubuk tadi, rasanya terlalu luas untuk sebuah gubuk kecil. Bayangkan saja, gubuk yang kira-kira hanya memiliki luas 4x4 meter dengan tinggi sekitar 2 meter, bagian dalamnya terlihat sangat luas seperti istana dengan 2 lantai dan beberapa ruangan.

"Orang gila macam apa yang membangun gubuk semewah ini", batinku.

Aku pun mulai menelusuri ruangan satu persatu. Terlalu bersih dan rapi jika tak ada satupun yang tinggal disini. Aku berhenti disebuah lorong yang panjang. Di ujung lorong aku melihat seseorang. Berbaju terusan putih dan berambut hitam panjang menutupi wajahnya. Ya, ini mirip seperti adegan-adegan di film atau game horror, dimana hantu muncul diujung lorong lalu tiba-tiba berlari mendekat atau teleport tepat di depan korbannya.

Benar saja, dia bergerak, berjalan pelan, lalu berlari dengan cepat menuju ke arahku. Aku ingin segera pergi dari tempat itu, tapi rasa penasaran mengalahkan rasa takutku. Apa yang akan terjadi jika aku membiarkannya? Lagipula ini hanya sebuah game, aku tak akan terkena dampaknya di dunia nyata.

Entah memang dibuat seperti ini atau tidak, hantu tadi tersandung meja yang ada di depannya lalu jatuh dan tak bangun lagi. Aku tertawa sekencang-kencangnya. Jika kau melihat cara hantu itu terjatuh, aku yakin kau juga pasti akan tertawa.

"Ternyata potong rambut memang penting bahkan untuk hantu sekalipun", pikirku sambil terus tertawa karena kekonyolan tadi.

Lalu tiba-tiba layar hpku mati. Aku pikir tombol powernya tidak sengaja ku tekan, tapi disini ada yang aneh. Jika kau mematikan layar hpmu, kau pasti bisa melihat pantulan wajahmu bukan? Ya, aku juga melihatnya. Tapi tidak hanya wajahku, aku melihat wajah lain di samping belakangku, padahal aku sedang sendirian di dalam kamarku. Aku mulai ketakutan, tanganku mulai bergetar, tapi aku tak bisa berdiri dan pergi dari situ. Aku bahkan tak berani menengok ke belakang. Aku terus memandanginya dari layar hpku, dan...

"AAAAAAAAAAAAA....."

Aku terbangun di atas kasurku.

"Sial, ternyata itu cuma mimpi", ucapku.

Benar-benar terasa nyata untuk sebuah mimpi, keringatku juga banyak yang keluar. Aku pun turun dari kasurku dan ingin pergi menuju dapur untuk meminum segelas atau mungkin beberapa gelas air. Tapi saat membuka pintu kamar, hantu yang ada dalam mimpiku berdiri tepat di depan kamarku, dihadapanku.

"AAAAAAAAAAAAA....."

- Selesai -

UnOfficial Story
Halaman Facebook
Kategori